METODE BELAJAR
AL-QURAN
ALA SAHABAT
RASULULLAH SAW
Al-Quran adalah firman Allah yang diturunkan
kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril secara berangsur-angsur kurang
lebih 23 tahun dan membacanya merupakan ibadah.
Rasulullah SAW bersabda “sebaik-baik kalian
adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya”. Belajar Al-Quran
merupakan kewajiban setiap umat Islam, oleh karena itu diperlukan sebuah metode
belajar Al-Quran yang baik. Pada saat Al-Quran pertama kali diturunkan,
bagaimanakah cara para sahabat belajar Al-Quran? Pernahkah kita bertanya hal
seperti itu? Pada saat Al-Quran pertama kali diturunkan, bagaimana kah cara Abu
Bakar, Umar, Utsman, Ali, Muawiyah, Abdurrahman bin Auf, Mushab bin Umair,
Aisyah, dan para sahabat lain belajar Alquran?
Dari Abi Abdurrahman as-Sulami, ia berkata,
“Para pembaca Al-Quran –semisal Utsman bin Affan, Abdullah bin Mas’ud, dll-
bercerita kepada kami bahwa mereka belajar dari Rasulullah ﷺ 10 ayat. Mereka tidak menambahnya sampai
memahami makna kandungannya dan mengamalkannya. Mereka berkata, ‘Kami
mempelajari Al-Quran; memahaminya, sekaligus mempraktikkannya’. Dari kata-kata
Abdurrahman as-Sulami, kita mendapatkan beberapa cara sahabat Nabi dalam
belajar Alquran.
1.
Sahabat nabi
belajar Al-Quran tiap 10 ayat, mereka tidak buru-buru sama sekali dan mereka tidak
pindah ke ayat berikutnya.
Walaupun
sahabat Nabi adalah orang-orang yang imannya paling kuat dan paling dekat
dengan Nabi Muhammad saw, mereka tidaklah terburu-buru dalam belajar Al-Quran.
Para sahabat Nabi hanya belajar Al-Quran dengan cara belajar tiap 10 ayat.
Ini
berbeda dengan cara kita belajar Al-Quran. Kadang-kadang, kita merasa sebagai
orang yang paling hebat di muka bumi. Karena kita sangat semangat belajar Al-Quran,
akhirnya kita belajar Al-Quran sekaligus banyak. Bisa jadi di antara kita ada
yang langsung belajar 20 ayat, 30 ayat, atau bahkan 1 surat Al-Quran langsung
yang bisa berisi puluhan sampai ratusan ayat.
Para
sahabat nabi justru sebaliknya. Mereka tidak belajar Al-Quran banyak-banyak
sekaligus. Mereka justru belajar Al-Quran sedikit-sedikit, dan ini adalah
metode sahabat Nabi yang sungguhan karena diberitakan oleh sahabat Nabi juga
yang bernama Abdurrahman as-Sulami.
Mungkin
muncul pertanyaan, apa yang dilakukan para sahabat Nabi dalam tiap 10 ayat itu?
Inilah dia cara belajar Al-Quran mereka yang kedua.
2.
Selain itu,
sahabat nabi belajar Al-Quran dengan cara menghafal dan memahami maknanya.
walaupun mereka sendiri adalah orang arab dan Al-Quran diturunkan dalam bahasa
Arab, mereka tetap berusaha memahami arti tiap kata. selain itu, para sahabat
nabi juga belajar Al-Quran dengan cara belajar makna (tafsir) Al-Quran yang
langsung diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Inilah
uniknya para sahabat Nabi. Mereka belajar Al-Quran tidak hanya belajar membaca
dan menghafal, tetapi juga tafsirnya. Coba pikirkan baik-baik, para sahabat
Nabi adalah orang Arab. Memang ada beberapa sahabat Nabi yang bukan orang Arab,
misalnya adalah Salman al-Farisi (Salman dari Persia) dan Suhaib bin Sinan
Ar-Rumi (Suhaib bin Sinan dari Romawi / orang Barat). Namun, jumlah mayoritas
sahabat Nabi adalah orang Arab. Selain itu, Al-Quran juga diturunkan dalam
bahasa Arab. Namun, kenapa para sahabat Nabi berusaha tetap memahami tiap makna
kata dalam Al-Quran? Artinya, sahabat Nabi tahu makna Al-Quran begitu dalam
sampai-sampai mereka merasa perlu untuk belajar memahami Al-Quran dengan cara
belajar tafsirnya.
Apa
yang sudah kita lakukan? Kadang-kadang, saat kita berkata kepada seseorang,
“aku mau belajar Al-Quran”, itu artinya adalah kita hanya belajar membaca Al-Quran,
bukan belajar tafsir Al-Quran. Padahal kita bukanlah orang Arab seperti sahabat
Nabi.
3.
Setelah mereka hafal
Al-Quran dan memahami makna ayat dan tafsirnya, para sahabat nabi berusaha
mengamalkan ayat tersebut. mereka tidak akan pindah mempelajari ayat Al-Quran yang
lain sampai semua proses ini lengkap mereka lalui.
Setelah
para sahabat telah menghafal Ayat Al-Quran dan memahami tafsirnya dari Nabi
Muhammad saw, mereka belajar Al-Quran dengan cara mengamalkannya. Selain itu,
dari Abdurrahman as-Sulami kita juga mengetahui bahwa para sahabat tidak akan
pindah mempelajari ayat Al-Quran lain sebelum proses itu mereka tuntaskan.
Itulah metode belajar Al-Quran para sahabat
Nabi yang dikabarkan oleh Abdurrahman As-Sulami. Oleh karena itu sangat pantas jika
para sahabat menjadi generasi yang paling paham dengan Al-Quran. Sebab metode
belajar Al-Quran mereka begitu bagus dan sistematis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar